PAMA BEKB Kembangkan Bumdes Binaan Melalui Penambahan Unit Usaha
BATARASATU, Muara Teweh- PT Pamapersada Nusantara Distrik BEKB terus berkomitmen mendukung kemandirian ekonomi desa melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) binaan. Salah satunya dengan menjalin kolaborasi bersama Bumdes Iya Mulik Bengkang Turan dan Bumdes Benangin 2, melalui penambahan berbagai unit usaha produktif.
Program ini tidak hanya bertujuan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan desa melalui unit usaha seperti budidaya jagung, hortikultura, hingga produksi kerajinan lokal.
"Pembinaan Bumdes kami mulai sejak tahun 2022. Salah satunya Bumdes Benangin 2 yang saat itu keanggotaannya belum aktif. Melihat potensi besar dari kebutuhan perusahaan yang selama ini dipenuhi vendor luar, kami melihat peluang untuk melibatkan Bumdes sebagai vendor lokal, sehingga masyarakat bisa berpartisipasi langsung dalam kegiatan operasional tambang," jelas Bayu Handoko, CSR Sect. Head PAMA BEKB, Rabu (4/6/2025).
Bayu menambahkan, keunggulan menggandeng Bumdes lokal tidak hanya dari sisi pemberdayaan masyarakat, tetapi juga efisiensi distribusi barang karena lokasi yang berdekatan.
Awalnya kerja sama dilakukan dalam pengadaan patok, namun kini sudah berkembang mencakup penyediaan material konstruksi dan unit-unit usaha baru.
"Dengan partisipasi Bumdes, masyarakat tidak harus menjadi karyawan perusahaan untuk mendapatkan penghasilan. Kami dorong mereka memiliki usaha sendiri, salah satunya melalui program ketahanan pangan dengan budidaya jagung. Selain itu, ada juga unit hortikultura dan anyaman lokal yang sedang kami kembangkan," ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PAMA BEKB untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan unit usaha produktif di wilayah desa binaan.
Senada dengan itu, Endi, Ketua Bumdes Benangin 2, mengapresiasi dukungan PAMA BEKB terhadap pengembangan Bumdes yang ia pimpin. Menurutnya, kehadiran perusahaan sangat membantu dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan desa.
"Dulu masyarakat sering mengeluh soal kurangnya lapangan kerja. Sekarang, dengan adanya pembinaan dari PAMA, kami bisa membuka usaha sendiri melalui Bumdes. Ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi juga meningkatkan pendapatan desa yang bisa digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana," ujar Endi.
Endi menyebutkan beberapa unit usaha yang telah dikembangkan, seperti jasa pengiriman barang, percetakan batako, anyaman lokal, hingga program unggulan budidaya jagung untuk mendukung ketahanan pangan.
"Kami optimis, dengan berbagai unit usaha ini, Bumdes Benangin 2 bisa menjadi contoh pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan," pungkasnya.(BT2)